Dari Syahadat ke Syahadat
oleh Agus Mustofa
Hidup tak lebih adalah syahadat
Sejak manusia ada di dalam rahim sang ibu
sampai ke rahim sang bumi
sejak badannya belum berbentuk
sampai hancur kembali
sejak ruhNya di tiupkan ke dalam raga
sampai sang ruh meninggalkannya
Hidup tak lebih dari syahadat
ketika mulut dan pikiran berteori - bersyariat
ketika hati mencoba mencari makna
ketika tangan dan kaki mengamalkannya
ketika seluruh jiwa menyaksikannya
Hidup tak lebih adalah syahadat
ketika bergema gumam zikir dalam shalat
ketika mulut kering dalam lapar dan dahaga
ketika zakat tak lagi berbalas harta
ketika haji bermakna pasrah
dan berserah diri hanya kepadaNya
Hidup tak lebih adalah syahadat
saat-saaat ruh, jiwa, dan raga
bersatu padu
menggelorakan kalimat abadi
laa ilaaha illaallah
membubung tinggi menyentuh Arsy Allah
Sang Maha Mulia Sang Maha Perkasa
Saat-saat
seluruh jagat semesta
melakukan gerak abadi tiada henti
bersama langit yang tujuh dan bumi
bersama selaksa bintang dan matahari
bersama para malaikat
dan pasukan iblis yang menari-nari
semua bertasbih tiada henti
Hidup tak lebih adalah syahadat
menepis seluruh berhala dan khurafat
membahanakan tahlil sejati
mengiringi musnahnya diri
menjunjung Dzat Hakiki
sang Ilahi Rabbi
30-03-2014
Bismillah... niatkanlah segala hal yang kita lakukan hanya untuk mencari keridhoan Allah swt. tetap Istiqomah di jalanNya dan semangat!
Minggu, 30 Maret 2014
Minggu, 16 Februari 2014
Rembulan (3)
Rembulan (3)
oleh
ARaFa
cintaku
kini mematung
membawa obor di pelataran malam
kakinya dipaksa terhenti
demi melihat sesosok rembulan
ya..
engkaulah rembulan itu
tiada bosan menguntit doa-doaku
pula malam ini
dalam helaan cinta aku kembali bernapas
berharap, lantas bergegas tertidur pulas
demi impian pun aku rela bermimpi
berharap bulan yakini hati
tak hendak hilang meski kami menyongsong pagi
membawa obor di pelataran malam
kakinya dipaksa terhenti
demi melihat sesosok rembulan
ya..
engkaulah rembulan itu
tiada bosan menguntit doa-doaku
pula malam ini
dalam helaan cinta aku kembali bernapas
berharap, lantas bergegas tertidur pulas
demi impian pun aku rela bermimpi
berharap bulan yakini hati
tak hendak hilang meski kami menyongsong pagi
16/2/2014
Rembulan (2)
Rembulan (2)
oleh ARaFa
oleh ARaFa
rembulan,
sering-seringlah kunjungi mimpiku
niscaya kami semakin merindu hari
memasak hati
hidangkan mesra
duhai bulan, senyummu pelipur lara
pengembala hati kami di ladang cinta
wahai raga yang belum tersentuh, bersinarlah selalu
aku mencintaimu
niscaya kami semakin merindu hari
memasak hati
hidangkan mesra
duhai bulan, senyummu pelipur lara
pengembala hati kami di ladang cinta
wahai raga yang belum tersentuh, bersinarlah selalu
aku mencintaimu
15/2/2014
Sabtu, 15 Februari 2014
Rindu Penyemai Cinta
Rindu Penyemai Cinta
oleh ARaFa
dan
cinta ini menjelma sepanjang malam..
tunggu, jelas ini bukan cinta
kami telah lama tak bersua
ini sesuatu yang lain..
sesuatu yang hadir karena lama tak bertemu
kamilah lama mengukur waktu
benar.. kurasa inilah yang kami sebut rindu
rindu penyemai cinta
tunggu, jelas ini bukan cinta
kami telah lama tak bersua
ini sesuatu yang lain..
sesuatu yang hadir karena lama tak bertemu
kamilah lama mengukur waktu
benar.. kurasa inilah yang kami sebut rindu
rindu penyemai cinta
4/2/2014
Selasa, 04 Februari 2014
Bekal Doa
Bekal Doa
oleh ARaFa
oleh ARaFa
cukuplah
doa menjadi bekal kita
doa-doa terbaik dari ketulusan para pencinta
khawatirlah pada burung-burung pujian
jangan sampai ia menjadi jalan murka Tuhan
doa-doa terbaik dari ketulusan para pencinta
khawatirlah pada burung-burung pujian
jangan sampai ia menjadi jalan murka Tuhan
3/2/2014
Senin, 03 Februari 2014
Rintik
Rintik
oleh
ARaFa
lelap
sekali bulir embun pagi ini
bahkan telah hilang sebelum mentari
dan menguap
menyampaikan pesan rintik hujan
merindu tangis payung di malam hari
bahkan telah hilang sebelum mentari
dan menguap
menyampaikan pesan rintik hujan
merindu tangis payung di malam hari
2/2/2014
Selasa, 14 Januari 2014
Rasulullah Uswah Kita
Hari demi hari hujan mengguyur senja
ia tahu seakan rindu ini tak terbendung
ada sejuta air mata yang merindu
dan terus ku peluk tak ingin ia membeku
kalaupun sekarang tak bertemu,
di surga-Nya InsyaAllah tak akan semu
rindu ini akan terus mengalir
sampai aku dapat melihat dermaga
lalu mengantarkanku pada dirimu
dan melepas butir-butir rindu itu
Oh Rasulullah, Nabiku, kasihku
Aku rindu...
.:: Karena Islam Milik Kita Semua ::.
ia tahu seakan rindu ini tak terbendung
ada sejuta air mata yang merindu
dan terus ku peluk tak ingin ia membeku
kalaupun sekarang tak bertemu,
di surga-Nya InsyaAllah tak akan semu
rindu ini akan terus mengalir
sampai aku dapat melihat dermaga
lalu mengantarkanku pada dirimu
dan melepas butir-butir rindu itu
Oh Rasulullah, Nabiku, kasihku
Aku rindu...
.:: Karena Islam Milik Kita Semua ::.
Langganan:
Postingan (Atom)
